Rabu, 19 Oktober 2011

Cegukan Pertanda Kurang Minum?

Benarkah cegukan disebabkan karena bayi/anak kurang minum. Berbahayakah? Bagaimana mencegahnya?

Sekat rongga dada (diafragma) adalah otot yang membatasi rongga dada dengan rongga perut yang selalu bergerak setiap waktu. Bila kita menarik napas maka diafragma akan berkontraksi dan tertarik ke bawah untuk membantu mengisap udara, sebaliknya bila kita menghembuskan napas diafragma terdorong ke rongga dada untuk membantu pengeluaran napas.

Cegukan (hiccups) atau dalam bahasa medisnya disebut singultus adalah kontraksi tiba-tiba yang tak disengaja pada diafragma. Akibat kontraksi tersebut akan timbul hisapan udara secara mendadak masuk ke dalam paru melewati ruang antara pita suara (glottis), sehingga menyebabkan terjadinya suara “hik” yang khas. Kontraksi yang tiba-tiba tersebut terjadi akibat adanya rangsangan pada diafragma  seperti makan terlalu cepat, minum air terlalu dingin, makan makanan yang sangat panas atau pedas, tertawa atau batuk terlalu keras atau minum minuman yang beralkohol.

Cegukan biasanya akan hilang dengan sendirinya atau hilang saat si kecil tidur meskipun ada beberapa cara untuk mempercepat menghentikan cegukan. Cegukan yang berlangsung lebih dari satu jam harus diwaspadai dan sebaiknya segera meminta pertolongan dokter untuk memastikan apakah terdapat kelainan yang serius.
Kelainan yang dapat menimbulkan cegukan antara lain
  1. adanya gangguan saraf diafragma,
  2. radang paru, kelainan di otak seperti tumor,
  3. penyakit ginjal,
  4. gangguan keseimbangan elektrolit.

Apa yang dapat dilakukan bila si kecil cegukan?

Bila si kecil mengalami cegukan ada beberapa hal dapat dilakukan untuk menghentikannya;
  1. Berikan minum air hangat
  2. Menarik napas dalam tahan sebentar lalu dihembuskan
  3. Tidur berbaring dengan lutut ditekuk
  4. Makan sesendok gula
  5. Meletakkan kantong kertas di depan mulut dan mencoba bernapas dari kantong kertas itu selama beberapa menit.
Untuk mencegah terjadinya cegukan ada beberapa hal yang dapat dilakukan;
  1. Jangan memberikan makan atau minum terlalu cepat
  2. Berikanlah air putih 1 – 2 sendok teh kepada bayi setelah minum susu.
  3. Jangan mengajak bercanda bayi sesaat setelah minum susu, berikan waktu istirahat sekitar setengah jam setelah dia minum susu.
  4. Hindari tidak ada udara yang terlalu banyak saat si kecil  minum susu.
  5. Sendawakan bayi setelah minum susu
Secara umum cegukan pada bayi dan anak merupakan hal yang tidak perlu dikhawatirkan. Meskipun demikian jangan anggap sepele bila cegukan berlangsung terus menerus lebih dari satu jam.

sumber : anakku.net

Sinusitis pada anak

Sinus adalah rongga berisi udara yang terletak pada tulang muka kita. Sinus dibagi menjadi beberapa kelompok berdasarkan lokasinya yaitu sinus maksilaris (rongga di kedua tulang pipi), etmoidalis (rongga yang terletak antara dua mata), frontalis (rongga di dahi), dan sfenoidalis (rongga di belakang tulang hidung).
Apakah sinusitis itu?

Sinusitis adalah kondisi di mana seseorang menderita peradangan atau infeksi pada salah satu atau lebih rongga sinus. Tergantung usia anak, sinusitis dapat terjadi di rongga yang terletak antara dua mata,  rongga kedua di tulang pipi. Kedua rongga sinus tersebut sudah ada sejak lahir. Semakin besar anak akan mulai terbentuk rongga sinus lainnya, yaitu rongga di dahi dan rongga di belakang tulang hidung. Sinus-sinus ini pun dapat terinfeksi.

Bagaimanakah gejala sinusitis?
Sinusitis mempunyai gejala seperti pilek, hidung mampet, sakit kepala, kadang disertai demam, batuk terutama malam hari, napas berbau, mimisan, sembab, dan perubahan tingkah laku. Seringkali sulit dibedakan antara batuk pilek biasa dengan infeksi sinus.
Pada batuk pilek juga mempunyai gejala yang sama, tetapi biasanya gejala menjadi berat sekitar hari ketiga atau keempat dan membaik setelah 7-10 hari. Pada sinusitis, gejala biasanya menjadi lebih buruk walaupun membaik dulu setelah 7-10 hari.
Penyebab sinusitis
Sinusitis disebabkan oleh infeksi pada rongga sinus, segala sesuatu yang menyebabkan tersumbatnya lubang sinus dapat menyebabkan timbulnya infeksi. Hal ini berarti batuk pilek atau flu, alergi atau infeksi bakteri dapat menjadi penyebabnya. Tersumbatnya lubang sinus juga dapat disebabkan oleh polip yang ditimbulkan oleh alergi atau infeksi kronik.
Sinusitis akut adalah peradangan/infeksi yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, misalnya infeksi virus (merupakan faktor terpenting terjadinya sinusitis akut), alergi, kelainan anatomi seperti penebalan kerang hidung, tulang rawan hidung, kekurangan imunitas tubuh, aliran balik dari lambung ke kerongkongan dan infeksi jamur.
Umumnya penderita sinusitis akut sembuh setelah pemberian antobiotik selama 3 minggu. Pada sebagian anak gejalanya berlanjut sampai 2-3 bulan atau lebih, keadaan ini disebut sinusitis kronik. Pada anak dengan sinusitis kronik, gejala biasanya lebih ringan dan lebih lama.
Pemeriksaan apa yang perlu dilakukan pada kecurigaan sinusitis ?
Setelah gejala klinis dicatat, pemeriksaan penunjang THT yang perlu dikerjakan adalah pemeriksaan rontgen atau CT-scan dan endoskopi. Tujuannya untuk melihat keadaan hidung lebih dalam yang akan memberikan data lebih akurat.

Penanganan sinusitis
Pada sinusitis akut, biasanya dokter akan memberikan terapi antibiotik selama 3 minggu untuk membersihkan infeksi sinus. Pemeriksaan kultur tenggorok perlu untuk melihat pola kuman dan daya tahan terhadap antibiotik. Obat nasal decongestant atau nasal spray juga akan diberikan, ditambah dengan pemberian pemanasan (diatermi) oleh bagian rehabilitasi medis. Jika anak menderita sinusitis akut, gejala akan membaik dalam beberapa hari pertama. Setelah satu minggu biasanya anak sudah tampak jauh lebih baik, tetapi antibiotik harus tetap dilanjutkan, jika tidak maka infeksi akan kembali. Apabila sinusitis berkaitan dengan penyakit alergi, maka anak perlu dikonsultasikan ke bagian alergi.
Jika anak mengalami beberapa kali sinusitis akut dalam beberapa tahun atau mengalami sinusitis kronik yang tampaknya tidak ada perbaikan, maka dianjurkan untuk dilakukan operasi.
Bila sinusitis tidak ditangani dengan baik, maka akan terjadi komplikasi sinusitis kronik antara lain adalah selulita orbita (infeksi jaringan sekitar mata), osteomielitis (infeksi tulang), meningitis (infeksi selaput otak) dan abses. Dengan adanya pengobatan yang adekuat, komplikasi ini jarang terjadi.

Tips merawat anak dengan sinusitis
Yang dapat Anda lakukan pada anak dengan sinusitis yaitu perbanyak waktu istirahat  si kecil, tidurkan dengan posisi miring sehingga memudahkan ia bernapas saat hidungnya tersumbat, beri minum air hangat yang cukup, kompres wajah anak dengan handuk hangat, berikan pelega hidung tetapi jangan lebih dari 3 hari dan tentunya tinggal di lingkungan yang bersih dari polusi.

sumber : anakku.net

TBC kah anak saya?

Tuberkulosis (TB) adalah penyakit infeksi yang disebabkan kuman Mycobacterium tuberculosis. Penularan TB melalui udara dan percikan liur (droplet), atau melalui minuman (susu). Orang dengan TB yang batuk, maka percikan ludahnya terhirup dan masuk ke saluran napas. Atau orang tersebut meludah di sembarang tempat, mengering, lalu terbawa oleh udara dan terhirup oleh anak.
Kuman yang masuk ke saluran napas akan menyebar ke seluruh tubuh, seper­ti selaput otak, hati, ginjal, dan tulang (butuh waktu). Kuman akan berdiam diri, dan siap beraksi mana kala kondisi anak tidak fit. Masuknya kuman sampai menimbulkan sakit memerlukan waktu inkubasi sekitar 2-12 minggu. Artinya, jika anak tertular kuman, maka butuh waktu 2-12 minggu untuk menjadi sakit.

Bagaimana gejalanya?

  1. berat badan anak tidak naik atau bahkan cenderung turun, meskipun makan banyak
  2. panas lama tanpa sebab yang jelas. Pastikan bahwa itu bukan karena malaria atau tifus Orangtua biasanya mengeluhkan anaknya demam yang tidak terlalu tinggi tapi sepanjang hari
  3. nafsu makan turun
  4. batuk lama tanpa sebab yang jelas
  5. berkeringat pada malam hari
Selain gejala di atas, ada beberapa tanda lain pada penderita TB, antara lain pembesaran kelenjar getah bening, tonjolan pada tulang belakang, pincang karena kerusakan sendi panggul, dll.

TB kah anak saya?

Memang tidak mudah mendiagnosa TB pada anak, karena sulit mendapatkan kuman M. tuberculosis di dalam dahak anak. Karenanya dibutuhkan data penunjang seperti di atas. Kemudian baru dilakukan skrining dengan uji Mantoux (uji tuberkulin), foto Rontgen dada, dan pemeriksaan laboratorium. Bila uji Mantoux positif, kemungkinan anak sudah pernah terinfeksi kuman TB atau bahkan sakit, atau bisa juga karena pengaruh BCG.
Uji Mantoux positif belum berarti anak positif TB. Mantoux positif bila diameter indurasi (tonjolan setelah suntik) lebih atau sama dengan 10mm). Artinya anak pernah kontak dengan tuberkulin yang bisa saja ada pada BCG, kuman TB maupun kuman mikobakterium atipik (sejenis kuman TB). Tes Mantoux perlu diperkuat dengan gejala klinis, laboratoris, dan pemeriksaan Rontgen.

Pengobatan TB

Membutuhkan waktu relatif lama (minimal 6 bulan) dan obat minimal 2 macam. Obat harus diminum se­tiap hari (tidak boleh lupa). Karena­nya dibutuhkan pengawasan yang ketat oleh orang yang disegani.  Ke­gagalan pengobat­an biasanya karena faktor bosan Sete­lah pengobat­an 1-2 bulan, biasanya berat badan akan naik, tidak ada demam, dan nafsu makan membaik. Itu sebabnya, ada salah persepsi sehingga konsumsi obat tidak disiplin lagi. Padahal ini sangat membahayakan kare­na kumannya jadi resisten (kebal). Akibatnya, pengobat­an menjadi lebih rumit dan kompleks.

sumber : anakku.net

Makanan yang Meningkatkan Konsentrasi

Seiring bertambahnya usia, fungsi otak juga mengalami penurunan. Kondisi itu membuat banyak iklan di media menawarkan produk untuk mempertajam pikiran, daya ingat dan membantu konsentrasi. Tapi apakah itu benar-benar efektif? Atau mau mencoba makanan yang meningkatkan konsentrasi.

Dan memang makanan yang sehat menjadi salah satu faktor agar otak tetap sehat. Seperti dikutip dari WebMD, Kamis (20/10/2011), beberapa makanan yang dapat membantu meningkatkan fungsi otak antara lain:

1. Kafein agar tetap waspada
Tidak ada obat ajaib untuk meningkatkan IQ atau membuat jadi lebih pintar, tetapi zat tertentu seperti kafein dapat memberikan energi dan membantu tetap fokus dan berkonsentrasi.

Banyak ditemukan pada kopi, cokelat, minuman berenergi, dan beberapa obat-obatan, kafein membuat peminumnya tetap terjaga, meskipun efeknya hanya jangka pendek. Namun kelebihan kafein dan dapat menyebabkan gelisah dan rasa tidak nyaman.

2. Gula meningkatkan kewaspadaan
Gula adalah bahan bakar otak. Gula yang dimaksud adalah glukosa, hasil metabolisme tubuh dari gula dan karbohidrat yang dimakan.

Itulah mengapa segelas minuman manis dapat meningkatkan daya ingat, proses berpikir, dan kemampuan mental untuk jangka pendek. Namun jika mengkonsumsi terlalu banyak, dapat mengganggu daya ingat.

3. Sarapan untuk bahan bakar otak
Penelitian telah menemukan bahwa makan pagi dapat meningkatkan daya ingat dan rentang perhatian untuk jangka pendek. Siswa yang makan sarapan cenderung lebih berprestasi daripada yang tidak.

Sarapan yang sangat bermanfaat untuk otak meliputi makanan kaya serat, biji-bijian, susu, dan buah-buahan. Namun jangan makan sarapan berlebihan. Sarapan berkalori tinggi justru dapat menghambat konsentrasi.

4. Ikan, nutrisi otak yang sebenanrnya
Sumber protein yang bermanfaat meningkatkan kinerja otak adalah ikan, terutama yang kaya asam lemak omega 3 yang penting untuk fungsi dan pembangunan otak. Lemak sehat ini sangat luar biasa untuk meningkatkan daya otak.

Makanan yang kaya asam lemak omega 3 dapat menurunkan risiko pikun dan stroke, memperlambat penurunan fungsi mental, dan penting untuk meningkatkan daya ingat, terutama saat orang bertambah tua. Untuk kesehatan otak dan jantung, makanlah dua porsi ikan setiap minggu.

5. Kacang dan cokelat
Kacang-kacangan dan biji-bijian merupakan sumber antioksidan vitamin E yang mampu mengurangi efek menurunnya fungsi otak karena pertambahan usia. Dark chocolate juga memiliki sifat antioksidan yang kuat dan mengandung kafein yang dapat meningkatkan fokus serta konsentrasi.

Makan satu ons kacang dan dark chocolate setiap hari dapat menyediakan semua manfaat yang dibutuhkan tubuh tanpa harus khawatir kelebihan kalori, lemak, atau gula.

6. Alpukat dan biji-bijian utuh
Semua organ tubuh sangat tergantung pada aliran darah, terutama jantung dan otak. Makan alpukat dapat mengurangi risiko penyakit jantung dan tekanan darah serta menurunkan kadar kolesterol jahat.

Dampaknya akan mengurangi risiko penumpukan plak dan meningkatkan aliran darah, cara yang sederhana namun lezat untuk memacu sel-sel otak. Biji-bijian seperti popcorn dan gandum utuh juga mengandung serat dan vitamin E.

7. Blueberry
Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa blueberry dapat membantu melindungi otak dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas dan dapat mengurangi efek penuaan seperti penyakit Alzheimer atau pikun.

Penelitian juga telah membuktikan bahwa makanan yang kaya blueberry secara signifikan meningkatkan kerja otot dan otak pada tikus tua serta membuatnya secara mental setara dengan tikus yang jauh lebih muda.

8. Makanan sehat
Makanan yang tidak mengandung nutrisi penting dapat menurunkan kemampuan konsentrasi. Makan terlalu banyak atau terlalu sedikit juga dapat mengganggu kemampuan pikiran untuk fokus.

Makanan yang berat dapat membuat tubuh merasa lesu, sementara terlalu sedikit kalori dapat mengakibatkan rasa lapar yang mengganggu.

9. Vitamin, mineral dan suplemen
Rak-rak toko memajang berbagai macam suplemen yang mengklaim dapat meningkatkan kesehatan. Meskipun banyak iklan mengenai suplemen seperti vitamin B, C, E, beta-karoten, dan magnesium terlihat menjanjikan, suplemen hanya berguna untuk orang-orang yang kekurangan nutrisi tertentu.

Para ilmuwan lebih optimistis mengenai efek ginseng, ginkgo, dan vitamin, mineral, dan kombinasi herbal terhadap fungsi otak.

10. Bersiap-siap untuk menghadapi aktifitas sehari-hari
Mulailah dengan minum 100% jus buah, makan roti gandum dengan salmon, dan minum secangkir kopi. Selain makan makanan yang seimbang, para ahli juga menyarankan untuk:
- Tidur malam yang baik.
- Minum air yang cukup.
- Latihan untuk mempertajam pemikiran.
- Meditasi untuk pikiran jernih dan rileks.

sumber : detikhealth.com

Minggu, 09 Oktober 2011

10 Family Nutrition Dos and Don'ts

 Five Rules to Live By
  1. Do plan your meals every week so that you can keep track of what you are eating.

  2. Do incorporate foods with which the whole family is comfortable. There are healthy alternatives for nearly every kid-favorite food.

  3. Do eat fruits, vegetables, protein, grains, nuts, and dairy daily. These choices will keep your children full and less likely to turn to foods with empty calories.

  4. Do involve the whole family in meal planning, exercise, and family outings. The whole family's involvement will ensure success.

  5. Do get your children to exercise at least three times a week, 60 minutes per day—which can be broken up into six times each day for about 10 to 15 minutes.

Five Things to Avoid

  1. Don't ever skip a meal. Skipping meals deprives the body of important nutrients and may cause you to over compensate by eating empty calories later.

  2. Don't completely eliminate the foods children are used to eating. Instead, try to make or find a healthier version (for example, instead of French fries, try sweet potato slices baked in a broiler).

  3. Don't make deep-fried or fast foods a part of your diet. Replace these with foods that have been sautéed, baked, roasted, broiled, or grilled.

  4. Don't expect the children to participate in good nutrition and exercise without parents being good role models.

  5. Don't rely on daycare, gym class, or sports team involvement to teach your kids lifelong exercise habits. Children need to learn to exercise without being a part of a sports team and get into the habit of an exercise routine.
sumber : babyzone.com

    Senin, 03 Oktober 2011

    Vaksin IPD Kurangi Angka Kematian Bayi

    Angka kematian bayi di Indonesia masih sangat tinggi. Penyebabnya bisa bermacam-macam mulai dari kekurangan gizi, adanya masalah kesehatan pada bayi sejak lahir dan karena penyakit yang berbahaya. Salah satu cara mengurangi angka kematian bayi tersebut adalah dengan memberikan vaksin IPD (Invasive Pneumococcal Disease).

    IPD adalah sekelompok penyakit seperti radang paru (pneumonia), radang selaput otak (meningitis) dan infeksi darah (bakteremia) yang penyebab utamanya adalah Streptococcus pneumoniae. Penyakit ini telah mengakibatkan kematian anak lebih dari 1 juta tiap tahunnya, dan pasien yang berhasil sembuh biasanya mengalami kecacatan.

    "Radang paru atau pneumonia merupakan penyakit IPD yang paling sering terjadi dengan angka kematian 5 sampai 7 persen dan rata-rata menyerang anak berusia dibawah 2 tahun," ujar Dr. Jeffry Senduk, SpA dalam acara seminar mengenai imunisasi pada anak di Siloam Hospital Kebon Jeruk, Jakarta.

    Gejala yang ditimbulkan tiba-tiba panas tinggi, menggigil, sakit dada, batuk berdahak, pusing, jantung berdetak cepat, lesu dan lemas. Namun kadang-kadang disertai dengan mual, muntah dan sakit kepala.

    Penyakit infeksi darah (bakteremia) merupakan kelanjutan dari pneumonia dengan lebih dari 50.000 kasus per tahun. Sedangkan radang selaput otak (meningitis) biasanya dimulai dengan pneumonia. Gejalanya berupa sakit kepala, muntah, gelisah, panas, leher kaku, kejang dan koma, bila berhasil sembuh akan meninggalkan kecacatan seperti lumpuh, tuli, epilepsi dan masalah mental.

    Penularan penyakit ini melalui udara saat bersin, batuk atau berbicara. "Sebenarnya kuman tersebut sudah pada daerah hidung dan tenggorokan dengan jumlah yang normal, tapi dalam jumlah tertentu kuman ini bisa mengakibatkan IPD," ujar Dr. Theresia Adhitirta, Product Manager Wyeth.

    Theresia menambahkan kelompok umur yang berisiko terkena IPD adalah anak-anak usia dibawah 2 tahun, karena daya tahan tubuhnya masih lemah dan sistem imun dalam tubuhnya belum terbentuk secara sempurna.

    IPD bisa dicegah dengan melakukan hidup sehat, nutrisi bergizi serta melakukan vaksinasi IPD yang sudah direkomendasikan oleh Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) sejak Juni 2006, sedangkan di dunia sudah sejak tahun 2000.

    "Efektifitas dari vaksin ini jika diberikan dengan dosis lengkap sebesar 97,4 persen, jadi jika anak yang sudah divaksin terkena IPD gejalanya jauh lebih ringan sehingga bisa disembuhkan," ujar Dr. Theresia.

    Dosis 1 saat berusia 2 bulan, dosis 2 saat berusia 4 bulan, dosis 3 saat berusia 6 bulan dan yang terakhir saat berusia 12 sampai 15 bulan. Bagi yang terlambat tetap bisa divaksinasi, jika berusia 7 sampai 11 bulan diberikan 3 dosis, 12 sampai 23 bulan diberikan 2 dosis dan lebih dari 24 bulan hingga 9 tahun diberikan 1 dosis.

    Efek samping yang sering terjadi hampir sama dengan vaksinasi lainnya yaitu kemerahan dan rasa sakit di tempat suntikan, demam yang tidak tinggi dan biasanya mengakibatkan kepanikan orang tua. Pemberian parasetamol bisa mengatasi efek samping tersebut.

    Dengan memberikan vaksin IPD pada bayi Anda, bisa mencegah bayi atau anak terkena penyakit yang disebabkan oleh infeksi pneumokokus ini. Sehingga jumlah bayi yang meninggal akibat penyakit ini jauh berkurang dan bisa menurunkan angka kematian bayi di Indonesia.

    Tips Vaksinasi Tepat untuk Anak

    1. Pastikan bahwa orangtua mengetahui jadwal imunisasi anaknya, dan selalu membawa buku vaksinasi saat kunjungan.
    2. Berikan informasi kepada dokter jika anak mengalami efek samping akibat vaksinasi sebelumnya.
    3. Pastikan anak diperiksa terlebih dahulu sebelum divaksinasi dan anak dalam keadaan sehat menurut penilaian dokter.
    4. Pastikan dokter memberikan catatan tentang pemberian vaksinasi tersebut dan jadwal vaksinasi berikutnya dalam buku vaksinasi.
    5. Bertanyalah tentang apapun sehubungan dengan vaksinasi yang telah diberikan atau untuk vaksinasi berikutnya.
    6. Perhatikan anak dengan seksama setelah vaksinasi, catat atau jika perlu hubungi dokter jika terjadi gejala yang tidak biasa atau diluar keterangan yang telah diberikan dokter.
    7. Jangan langsung pulang setelah vaksinasi, tunggulah hingga 15 menit jika tidak terjadi apa-apa atau anak sudah tenang baru boleh pulang ke rumah.
    sumber : detikhealth.com

      Berapa Lama Waktu Tidur yang Dibutuhkan Anak?

      Setiap orang memiliki jumlah jam tidur yang berbeda-beda, selama ini orang hanya mengatakan tidur yang cukup adalah selama 8 jam sehari. Tapi hal ini tidak berlaku untuk anak-anak, karena semakin muda usia sang anak maka jam tidurnya semakin banyak.

      Para ahli menetapkan waktu tidur dengan benar bisa meningkatkan kualitas dan kuantitas tidur bayi dan balita. Anak-anak yang tidak mendapatkan tidur cukup akan berdampak kepada kepribadian, memori, perhatian dan emosi sang anak. Biasanya anak akan mudah marah, tidak bisa berkonsentrasi dan memiliki memori yang lemah.

      Berikut ini jumlah jam tidur yang dibutuhkan anak-anak berdasarkan usianya menurut National Sleep Foundation:


      1. Bayi baru lahir berusia 2 bulan membutuhkan tidur 10,5 sampai 18 jam.
      2. Bayi 3 bulan sampai 11 bulan membutuhkan tidur 9 sampai 12 jam dan ditambah dengan tidur siang.
      3. Anak usia 1 sampai 3 tahun membutuhkan tidur 12 sampai 14 jam.
      4. Anak usia 3 sampai 5 tahun membutuhkan tidur 11 sampai 13 jam.
      5. Anak usia 5 sampai 12 tahun membutuhkan tidur 10 sampai 11 jam.
      6. Anak remaja membutuhkan tidur setidaknya 8,5 sampai 9,5 jam.
      7. Dewasa membutuhkan tidur 7 sampai 9 jam.

      Setiap orang yang mendapatkan jumlah yang cukup akan merasa bahagia saat terbangun pagi harinya, termasuk anak-anak. Jika anak mendapatkan jumlah tidur yang cukup maka anak akan bersemangat pergi ke sekolah, bisa menerima pelajaran dengan baik dan keuntungan lainnya.

      "Masalah pola dan rutinitas tidur biasanya terjadi karena proses jangka panjang yang tanpa disadari telah menjadi suatu kebiasaan," ujar Lauren Hale, seorang asisten profesor di Stony Brook University Medical Center, New York, seperti dikutip dari CNN.

      Agar anak memiliki pola tidur yang tepat, biasakan untuk menyuruh anak masuk ke kamar tidur satu jam sebelum waktu tidurnya. Dan jangan membiasakan anak tertidur karena menonton televisi atau membaca buku cerita, serta usahakan anak tidur dengan nyenyak.

      sumber : detikhealth.com